Minggu, 15 November 2015
PERBEDAAN AKI BASAH DAN KERING
PERBEDAAN
AKI BASAH DAN KERING
Pada sepeda
motor, aki berfungsi sebagai sumber energi listrik untuk digunakan oleh
komponen-komponen seperti starter, lampu, dan klakson. Terdapat dua jenis aki
di pasaran, yaitu aki basah dan aki kering. Perbedaaan paling
mendasar adalah aki basah berisi cairan elektroda, sedangkan aki kering berisi
gel elektroda.Salah satu bagian terpenting di sepeda motor adalah aki. Di
pasaran tersedia beragam merek aki. Namun, menurut jenisnya, aki terbagi
menjadi dua, yaitu kering dan basah. Apa saja keuntungan dan kelemahan dari
kedua aki ini?
A. Tipe Aki Basah
Aki basah sudah
sejak lama banyak digunakan pada berbagai kendaraan. Maklum, aki jenis ini
adalah yang paling umum dan sering dijumpai. Pada umumnya, aki basah
menggunakan wadah yang semi transparan. Hal ini membuat cairan elektrolit yang
terdapat di dalamnya dapat terlihat dengan jelas. Cairan elektrolit atau biasa
disebut air aki atau air zuur berfungsi merendam sel-sel aki. Sebagai
catatan, volume air aki harus selalu berada di atas batas minimal agar dapat
tetap merendam sel-sel. Jika volume air kurang dari batas minimal, sel
penyimpanan arus akan teroksidasi dan berkarat.
Gambar Aki Basah
Untuk menambah
volume cairan, gunakan air destilasi, bukan air zuur. Perbedaan keduanya
dapat dilihat berdasarkan warna tutup botolnya. Pada umumnya, air zuur dikemas
dalam botol dengan tutup berwarna merah, sedangkan air destilasi dikemas dalam
botol dengan tutup berwarna biru.
B. Tipe Aki Kering
Sementara itu,
aki kering merupakan bentuk pengembangan dari aki basah yang penggunaannya
semakin populer. Secara fisik, perbedaannya dengan aki basah dapat dilihat
melalui wadahnya yang berwarna gelap atau tak transparan. Selain itu, aki
kering juga tak memiliki lubang-lubang untuk mengisi air aki.
Gambar
Aki Kering
Sebagai
pengganti cairan elektrolit, cairan yang terdapat di dalamnya berwujud gel.
Tingkat penguapan gel ini sangat minim karena saat menguap, uap tersebut tak
dibuang keluar. Hal ini membuat volumenya tetap terjaga. Dengan demikian, aki
jenis ini tak membutuhkan perawatan khusus atau umumnya disebut maintenance
free.
C. Tabel Perbandingan
Tipe Aki
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Aki Basah
|
1. Harga murah
2. Ketika rusak dapat diperbaiki
3. Umur air aki sesuai pada saat kita isi
|
1. Harus menyetrum ketika ingin digunakan
2. Mengisi air accu terlebih dahulu
3. Merusak kerangka mesin jika cairan dalam aki mulai bocor
dan mengenai bagian tertentu
|
Aki Kering
|
1. Langsung
bisa di pakai tanpa harus di strum dlu
2. Tidak mengisi air accu
3. Tidak
repot isi ulang
4.Tidak merusak kerangka mesin,karena
saat pengisian listrik ulang dari regulator pada saat mesin nyala tidak menguap
|
1. Harga mahal
2.Ketika rusak tidak dapat di perbaiki
3. Aki
kering umur aki nya dimulai ketika cairan gelnya sudah terisi di pabriknya
|
Jadi,
kesimpulannya adalah aki basah membutuhkan perawatan karena perlu diperiksa
ketinggian cairan dan memastikan bahwa cairan tersebut tetap berada pada batas
yang seharusnya. Keuntungannya, aki basah harganya cenderung lebih terjangkau
dan memiliki umur yang lebih panjang. Sementara itu, keuntungan aki kering
adalah membutuhkan perawatan khusus. Namun, harganya relatif lebih tinggi dan
umur pemakaian biasanya singkat.
PERBEDAAN REM CAKRAM DAN TROMOL
PERBEDAAN REM CAKRAM
DAN TROMOL
Rem bagi
kendaraan bermotor merupakan komponen yang sangat vital. Karena merupakan
komponen penting pada kendaraan yang berfungsi mengurangi dan menghentikan laju
kendaraan bermotor. Kemampuan perangkat pengereman berbanding lurus dengan
kemampuan mesin pada kendaraan bermotor.Kemampuan pengereman pada mobil antik tentu
berbeda dengan pengereman pada mobil modern yang sudah memiliki kemampuan
pengereman yang lebih baik karena ditunjang dengan teknologi yang semakin berkembang.
Jadi semakin
besar energi yang dihasilkan mesin suatu
kendaraan maka diperlukan perangkat rem yang semakin baik pula. Mengingat
begitu pentingnya perangkat rem pada suatu kendaraan maka berbagai upaya
dilakukan untuk menghasilkan perangkat pengereman yang mampu mengurangi atau
menghentikan kendaraan dengan baik dan aman. Pada kendaraan bermotor kita telah
banyak menemui dan mengenal dua jenis sistem Rem yang sering ditemui. Yaitu rem
cakram (Disc Brake) dan rem tromol (Drum Brake). Kedua nya sama-sama berfungsi
untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan. Tapi kedua jenis rem ini
memiliki perbedaan dari segi konstruksi dan sistem kerja.
A. Rem Cakram (Disc Brake)
Gambar Rem Cakram (Disk Brake)
Rem cakram atau
biasa juga dikenal dengan disc brake memiliki komponen utama berupa piringan
cakram dan kaliper rem yang berisi piston dan sepatu rem (kampas rem). Prinsip
kerja rem cakram adalah dengan menjepit piringan cakram yang dipasang pada roda
kendaraan. Pada saat pedal rem di tekan maka master rem akan mendorong minyak yang
ada didalamnya dan mengalirkan minyak rem ke piston yang ada dikaliper sehingga
membuat piston bergerak mendorong kampas rem yang kemudian menjepit cakram dan
membuat kecepatan putaran roda melambat dan akhirnya berhenti.
Gambar Kampas Rem Cakram
B. Rem Tromol (Drum Brake)
Gambar Rem Tromol
Rem tromol adalah jenis rem yang bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem (sepatu rem) dengan tromol (drum). Sepatu rem ini yang akan menahan putaran roda kendaraan melalui tromol sehingga kendaraann dapat melambat bahkan berhenti. Pada dasarnya sistem kerja rem tromol tidak jauh berbeda dengan rem cakram, pada saat pedal rem ditekan maka fluida yang ada didalam sistem pengereman akan menekan piston yang terdapat dalam silinder roda yang kemudian mendorong sepatu rem dan menekan teromol sehingga terjadi gesekan antara sepatu rem dan teromol yang membuat putaran roda melambat dan berhenti
Rem tromol adalah jenis rem yang bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem (sepatu rem) dengan tromol (drum). Sepatu rem ini yang akan menahan putaran roda kendaraan melalui tromol sehingga kendaraann dapat melambat bahkan berhenti. Pada dasarnya sistem kerja rem tromol tidak jauh berbeda dengan rem cakram, pada saat pedal rem ditekan maka fluida yang ada didalam sistem pengereman akan menekan piston yang terdapat dalam silinder roda yang kemudian mendorong sepatu rem dan menekan teromol sehingga terjadi gesekan antara sepatu rem dan teromol yang membuat putaran roda melambat dan berhenti
Gambar Rem Tromol
Tantangan utama
pada sistem pengereman adalah panas. Panas yang dihasilkan dari gesekan yang
terjadi antara sepatu rem dan teromol atau cakram akan membuat kinerja rem
menurun. Terlebih lagi saat kendaraan menempuh rute yang menurun secara terus
menerus membuat kinerja rem sangat berat. Bagi pengguna kendaraan yang
bertransmisi manual dapat terbantu dengan menggunakanengine brake saat
melibas turunan. tapi bagi kendaraan bertransmisi otomatis, rem akan bekerja
extra keras pada saat melibas jalan yang menurun.
Untuk mengatasi
kelebihan panas pada rem khususnya rem cakram, beberapa pengguna kendaraan atau
cakram berkinerja tinggi menambahkan beberapa lubang pada cakram dengan harapan
dapat membantu melepaskan panas dengan cepat.
Tantangan
lainnya pada pengembangan sistem pengereman adalah gejala rem mengunci saat
terjadi pengereman yang mendadak. Ban yang mengunci saat terjadi pengereman
yang mendadak akan sangat membahayakan bagi kendaraan karena akan sangat sulit
di kendalikan. Maka dari itu pada teknologi rem terkini telah ditambahkan fitur ABS (Anti-lock
Braking System) untuk mencegah ban mengunci saat pengereman mendadak yang
membuat mobil meluncur tak terkendali.
berikut adalah Tabel perbedaan antara Rem cakram (Disk Brake) dengan Rem Tromol (Drum Brake)
Jenis Rem
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Rem Cakram (Disk Brake)
|
Sifatnya yang tertutup sehingga tidak mudah disusupi
kotoran ataupun debu
Daya pengereman yang dihasilkan cukup baik karena kampas
rem menjepit langsung ke cakram yang terhubung langsung keroda
Sistem pendinginan pada rem yang lebih baik karena rem
cakram menganut sistem pengereman terbuka dan untuk memaksimalkan pendinginan
biasanya pada piringan cakram di buat berongga atau berlubang sehingga panas
yang dihasilkan akibat gesekan kampas rem dan cakram dapat tersirkulasikan
secara merata
|
Sifatnya yang terbuka maka sistem pengereman ini sangat
rawan dihinggapi kotoran ataupun debu yang dapat mengganggu kinerja komponen
pengereman
Pada saat melalui jalan berair maka kemampuan pengereman
nya pun dapat berkurang karena piringan cakram terlapisi air sehingga membuat
kampas rem tidak dapat menjepit sempurna
Sering terkena debu dan kotoran lama kelamaan goresan ini
akan membuat cakram bergelombang dan mengalami keausan yang tidak merata
sehingga membuat kinerja pengereman kurang maksimal
|
Rem Tromol (Drum Brake)
|
Pengeraman pada rem tromol lebih lembut dan penampang
pengereman dapat dibuat lebih lebar untuk memaksimalkan pengereman
Rem Tromol juga mampu menahan beban yang cukup besar
Rem Tromol masih banyak digunakan pada kendaraan berat
seperti Truk atau Bus
|
Sifatnya yang tertutup membuat sisa dari proses pengereman
yang dihasilkan akibat gesekan antara kampas dan tromol akan sulit keluar
Rem tromol tidak seluruh bagian kampas rem menempel
sempurna pada tromol saat proses pengereman hal ini mengakibatkan proses
pengereman yang tidak maksimal dan keausan yang tidak merata pada kampas rem
Rem teromol juga sangat rentan jika terkena air, karena
dapat mengakibatkan kampas rem dan teromol menjadi licin yang membuat kinerja
rem tidak maksimal
|
Berikut ada lah penjelelasan sedikit dari perbedaan antara Rem cakram (Disk Brake) dengan Rem Tromol (Drum Brake), dari kedua Rem tersebut menpunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing, tergantung dengan kebutuhan dan keperluan nya masing-masing. terima kasih.
Sabtu, 07 November 2015
PERBANDINGAN MOTOR CARBURATOR DENGAN INJECTION
PERBANDINGAN MOTOR CARBURATOR
DENGAN INJECTION
Tepat pada tahun
2014, setelah lebih dari 100 tahun mengabdi karburator akan menjadi kenangan, Sepeda
motor baru yang diproduksi oleh pabrikan mulai dan hampir 100% menggunakan
sistem Fuel Injection. Kenapa karburator harus berakhir dan digantikan oleh
Fuel Injection, mari kita lihat perbandingannya.
A. Penjelasan Karburator
Karburator yang baik setidaknya memiliki tiga penakar bensinyang disebut jet, jet memiliki ukuran lubang tempat bensin akan mengalir yang berbeda-beda, semakin besar lubangnya, semakin banyak bensin yang dapat lewat. Penakar bensin yang disebut jet ini masing-masing akan bekerja sesuai posisi bukaan gas.
- Slow/Pilot Jet adalah penakar bensin yang paling kecil ukuran lubangnya, menakar bensin untuk kebutuhan putaran mesin rendah, bukaan gas 0~1/4.
- Needle Jet & Jet Needle bekerja bersama membentuk celah lubang untuk bensin lewat, menakar bensin untuk putaran mesin menengah, bukaan gas 1/4~3/4.
- Main Jet adalah penakar bensin untuk putran mesin tinggi dengan bukaan gas penuh – 3/4~1.Jet-jet ini selalu terbuka dan mengalirkan bensin saat mesin hidup.
Gambar Slow/Pilot
Jet, Needle Jet, dan Main Jet
Perbedaan utama antara karburator dan injeksi adalah, pada karburator bensin masuk kedalam mesin karena dihisap oleh mesin, sedangkan injeksi sesuai namanya bensin diberi tekanan terlebih dahulu oleh pompa bensin, kemudian diinjeksi kedalam saluran masuk mesin melalui injector (gambar atas, sebelah kanan).
B. Pejelasan Injeksi
Injector
ditempatkan pada saluran masuk mesin sebelum katup masuk- intake valve.
Injektor seperti pintu/keran bensin yang membuka dan menutup aliran bensin yang
sudah bertekanan sesuai perintah dari ECU Engine Control Unit.
Cara kerja
Injector mirip seperti busi yaitu juga mempunyaitiming kapan dan
berapa lama harus menyemprotkan bensin , jika busi memerlukan masukan dari
sensor posisi crankshaft untuk menentukan saat pengapian maksimal,
misalnya 10° sebelum piston mencapai titik mati atas – TMA.
Timing untuk injektor lebih rumit karena yang diukur sebagai penentu berapa lama injektor membuka untuk menyemprotkan bensin adalah berapa banyak udara yang masuk kedalam mesin, injektor harus memberikan jumlah bensin yang tepat agar dapat terbakar habis dengan jumlah udara yang ada (masuk kedalam mesin), nah ini rumus kimia dasarstoichiometry (2 C8H18 + 25 O2 → 16 CO2 + 18 H2O) perbandingan jumlah Udara O2 dan Bensin C8H18 yang terbaik, untuk menghasilkan tenaga mesin atau efisiensi maksimal.
Timing untuk injektor lebih rumit karena yang diukur sebagai penentu berapa lama injektor membuka untuk menyemprotkan bensin adalah berapa banyak udara yang masuk kedalam mesin, injektor harus memberikan jumlah bensin yang tepat agar dapat terbakar habis dengan jumlah udara yang ada (masuk kedalam mesin), nah ini rumus kimia dasarstoichiometry (2 C8H18 + 25 O2 → 16 CO2 + 18 H2O) perbandingan jumlah Udara O2 dan Bensin C8H18 yang terbaik, untuk menghasilkan tenaga mesin atau efisiensi maksimal.
Gambar
injection
Jumlah udara O2 yang
masuk kedalam mesin tidak selalu tetap berdasarkan kapasitas mesin saja, misal
mesin 100cc = jumlah udara yang dihisap masuk 100cc, tetapi volume dan
kandungan O2 berbeda-beda berdasarkan bukaan gas, putaran mesin, suhu
udara, tekanan udara, kelembapan udara, jadi banyak sensor yang
dipakai untuk menghitungnya, bahkan setelah pembakaran pun masih ada O2 sensor
yang dipasang pada saluran buang untuk mengabarkan kepada ECU apakah hasil
kalkulasi timing injektor sudah pas atau belum, perlu ditambah atau dikurangi.
Dengan demikian Fuel Injection
lebih presisi mengatur bensin dibandingkan dengan karburator, lebih baik untuk
efisiensi bahan bakar, menekan polusi gas buang kendaraan bermotor.Seperti
sistem CDI yang akhirnya menggantikan Platina – contact breaker, maka Fuel
Injection juga menggantikan karburator.
C. Tabel Perbandingan
Sistem
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Carburator
|
1. Lebih
murah dibandingkan system injection tetapi apabila ditambah alat lain, maka
harganya mendekati system injection.
2. Jumlah
komponen lebih sedikit dan tidak kompleks
3. Perawatan
lebih gampang dan sederhana
4. Gampang
saat dilakukan pembersihan atau servis
|
1. Untuk
penyetelan A/F ratio dilakukan manual dan hanya bisa sekali.
2. Membutuhkan
penyetelan yang tepat untuk semua kondisi tetapi tidak dapat mengatasi setiap
kondisi yang dapat berbeda-beda
3. Perlu
adanya alat/komponen tambahan agar kerja karburator dapat menyesuaikan
kondisi seperti pompa akselerasi, coasting enricher, dll
4. Penggunaan
bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros.
|
Injection
|
1.
Dapat mengatur A/F ratio berdasarkan kebutuhan
mesin dan kondisi cuaca.
2.
Dapat mengatur A/F berdasarkan kadar emisi
yang diwajibkan sehingga emisi lebih baik.
3.
Ketika temperature dan tekanan udara berubah
maka dia dapat menyesuaikannya.
4.
Injector menyuplai bahan bakar kemesin
berdasarkan kebutuhan mesin sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih
effisien sehingga menjadi lebih irit.
|
1.
Harga lebih mahal dibandingkan karburator
sebab lebih banyak terdapat komponen.
2.
Jumlah komponen yang lebih banyak dan kompleks
3.
Perawatan harus menggunakan alat khusus dan
teknik tertentu.
|
Gambar Tabel Perbandingan
Perbandingan Hidrolik Fluida Air dan Oli
Perbandingan Hidrolik
Fluida Air dan Oli
A.Perkembangan Fluida Hidrolik
Sejarah
pertamanya penggunaan hidrolik dengan media air pada tahun 1795 oleh Joseph
Bramah yang digunakan untuk mesin press. Pada abad 19 media air juga masih
banyak digunakan di Inggris namun pada tahun 1910 sejak ditemukan desain mesin
pompa yang pengoperasiannya harus menggunakan mineral oli, maka media air tidak
popular lagi, pompa ini ditemukan oleh Amstrong, William & James.
Perbaikan
kualitas fluida kerja untuk menghasilkan peningkatan efisiensi terus dilakukan.
Peningkatan kerja dengan tekanan yang tinggi akan menaikan temperatur fluida
kerja sehingga benar benar dibutuhkan kualitas fluida kerja yang baik , umur
fluida yang makin panjang, proteksi yang baik bagi komponen hidrolik, sehingga
pada tahun 1940 oli diperkenalkan dan ini mengandung zat aditive untuk
melindungi dari oksidasi dan karat.
Fluida kerja
adalah merupakan komponen yang sangat penting dari semua sistem hidrolik.
Fluida ini berlaku sebagai pelumas, media untuk mengalirkan panas, media
transfer energi. Karakteristik dari fluida sangat mempengaruhi terhadap
performa dan umur hidup alat. Pada dasarnya fluida hidrolik adalah
uncompressible dan ketika dimasukan kedalam penampung akan berbentuk sama
dengan penampungnya. Penggunaan fluida yang bersih, berkualitas tinggi dengan
tujuan untuk mendapatkan pengoperasian hidrolik yang efisien.
Fluida hidrolik mempunyai fungsi
sebagai penerus tenaga, penghilang panas, pelumas dan pelindung yang sempurna
bagi komponen, untuk itu fluida hidrolik harus mempunyai sifat:
1. Viskositas yang ideal
2. Kemampuan lubrikasi yang baik
3. Kemampuan menguap yang rendah.
4. Tidak beracun.
5. Berat jenis yang rendah.
6. Ramah lingkungan dan sifat kimia yang stabil.
7. Tingkat incompressibilitas yang tinggi.
8. Tahan api.
9. Kemampuan meneruskan panas yang baik.
10. Tidak mudah berbusa.
11. Mudah didapat dan harga murah.
Hal ini sangat jelas tidak cukup fluida tunggal dapat memenuhi semua kebutuhan yang ada diatas.
1. Viskositas yang ideal
2. Kemampuan lubrikasi yang baik
3. Kemampuan menguap yang rendah.
4. Tidak beracun.
5. Berat jenis yang rendah.
6. Ramah lingkungan dan sifat kimia yang stabil.
7. Tingkat incompressibilitas yang tinggi.
8. Tahan api.
9. Kemampuan meneruskan panas yang baik.
10. Tidak mudah berbusa.
11. Mudah didapat dan harga murah.
Hal ini sangat jelas tidak cukup fluida tunggal dapat memenuhi semua kebutuhan yang ada diatas.
Awal
mula penggunaan fluida hidrolik adalah air namun seiring berkembang nya zaman
penggunaan fluida hidrolik diganti menjadi oli, berikut ini adalah tabel
pebandingan antara hidrolik fluida air dan hidolik fluida oli.
TABEL
PERBANDINGAN
Fluida Yang
Digunakan
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Fluida Oli
|
|
|
Fluida Air
|
|
|
Tabel
Perbandingan Hidrolik Fluida Air dan Oli
Demikian lah
perbandingan dari Hidrolik yang menggunakan Fluida Air dan Oli, pengaplikasian
nya sendiri tergantung kepada situasi dan kondisi untuk memilih Fluida apa yang
di gunakan atau sama dengan sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan.
Minggu, 18 Oktober 2015
PENJELASAN PNEUMATIK
PENJELASAN PNEUMATIK
Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan. Perkataan pneumatik berasal bahasa Yunani “ pneuma “ yang berarti “napas” atau “udara”. Jadi pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat. Pneumatik merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat.
Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).
Komponen-komponen Pneumatik
Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan 8 s.d. 10 bar, tetapi dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. 6 bar untuk penggunaan yang ekonomis.
Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut :
a. Pencekaman benda kerja
b. Penggeseran benda kerja
c. Pengaturan posisi benda kerja
d. Pengaturan arah benda kerja
Penerapan pneumatik secara umum :
a. Pengemasan (packaging)
b. Pemakanan (feeding)
c. Pengukuran (metering)
d. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)
e. Pemindahan material (transfer of materials)
f. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts)
g. Pemilahan bahan (sorting of parts)
h. Penyusunan benda kerja (stacking of components)
i. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components)
Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut :
a. Catu daya (energi supply)
b. Elemen masukan (sensors)
c. Elemen pengolah (processors)
d. Elemen kerja (actuators)
1.1 Alasan Pemakaian Pneumatik
Persaingan antara peralatan pneumatik dengan peralatan mekanik, hidrolik atau elektrik makin menjadi besar. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan karena beberapa hal yaitu :
a. paling banyak dipertimbangkan untuk beberapa mekanisasi,
b. dapat bertahan lebih baik terhadap keadaan-keadaan tertentu
Sering kali suatu proses tertentu dengan cara pneumatik, berjalan lebih rapi (efisien) dibandingkan dengan cara lainnya. Contoh :
1). Palu-palu bor dan keling pneumatik adalah jauh lebih baik dibandingkan dengan perkakas-perkakas elektrik serupa karena lebih ringan, lebih ada kepastian kerja dan lebih sederhana dalam pelayanan.
2). Pesawat-pesawat pneumatik telah mengambil suatu kedudukan monopoli yang penting pada :
a). rem-rem udara bertekanan untuk mobil angkutan dan gerbong-gerbong kereta api, alat-alat angkat dan alat-alat angkut.
b). pistol-pistol ( alat cat semprot, mesin-mesin peniup kaca, berbagai jenis penyejukan udara, kepala-kepala asah kecepatan tinggi ).
Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan sendirinya juga terdapat segi-segi yang merugikan atau lebih baik pembatasan-pembatasan pada penggunaannya. Hal-hal yang menguntungkan dari pneumatik pada mekanisasi yang sesuai dengan tujuan sudah diakui oleh cabang-cabang industri yang lebih banyak lagi. Pneumatik mulai digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesin-mesin dan alat-alat.
1.2 Keuntungan Pemakaian Pneumatik
a. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut :
- Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga
- Saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
- Udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahaan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
b. Dapat disimpan dengan mudah
- Sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
- Pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
- Suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
c. Bersih dan kering :
- Udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
- Udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dansebagainya.
- Dalam industri pangan , kayu , kulit dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
Sistem pneumatik yang bocor bekerja merugikan dilihat dari sudut ekonomis, tetapi dalam keadaan darurat pekerjaan tetap dapat berlangsung. Tidak terdapat minyak bocoran yang mengganggu seperti pada sistem hidrolik.
d. Tidak peka terhadap suhu
- Udara bersih ( tanpa uap air ) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai yang rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masing panas atau dingin ).
- Udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
- Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang (cor).
e. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
- Keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
- Dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.
f. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
- Pembawa energi (udara bertekanan) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
g. Rasional (menguntungkan)
- Pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
- Komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
h. Kesederhanaan (mudah pemeliharaan)
- Karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
- Gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan, pegas, poros sekerup dan roda gigi.
- Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu montase (pemasangan) menjadi singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat direparasi sendiri, yaitu oleh ahli teknik, montir atau operator setempat.
- Komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
i. Sifat dapat bergerak
- Selang-selang elastik memberi kebebasan pindah yang besar sekali dari komponen pneumatik ini.
j. Aman
- Sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunaan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau di udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.
k. Dapat dibebani lebih ( tahan pembebanan lebih )
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat direm sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
- Pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
- Suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
- Silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.
l. Jaminan bekerja besar
Jaminan bekerja besar dapat diperoleh karena :
- Peralatan serta komponen bangunannya sangat tahan aus.
- Peralatan serta komponen pada suhu yang relatif tinggi dapat digunakan sepenuhnya dan tetap demikian.
- Peralatan pada timbulnya naik turun suhu yang singkat tetap dapat berfungsi.
- Kebocoran-kebocoran yang mungkin ada tidak mempengaruhi ketentuan bekerjanya suatu instalasi.
m. Biaya pemasangan murah
- Mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya (kompresor) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
- Suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi tersendiri (motor dan pompa).
n. Pengawasan (kontrol)
- Pengawasan tekanan kerja dan gaya-gaya atas komponen udara bertekanan yang berfungsi dengan mudah dapat dilaksanakan dengan pengukur-pengukur tekanan (manometer).
o. Fluida kerja cepat
- Kecepatan-kecepatan udara yang sangat tinggi menjamin bekerjanya elemen-elemen pneumatik dengan cepat. Oleh sebab itu waktu menghidupkan adalah singkat dan perubahan energi menjadi kerja berjalan cepat.
- Dengan udara mampat orang dapat melaksanakan jumlah perputaran yang tinggi ( Motor Udara ) dan kecepatan-kecepatan piston besar (silinder-silinder kerja ).
- Udara bertekanan dapat mencapai kecepatan alir sampai 1000 m/min (dibandingkan dengan energi hidrolik sampai 180 m/min ).
- Dalam silinder pneumatik kecepatan silinder dari 1 sampai 2 m/detik mungkin saja ( dalam pelaksanaan khusus malah sampai 15 m/detik ).
- Kecepatan sinyal-sinyal kendali pada umumnya terletak antara 40 dan 70 m/detik (2400 sampai 4200 m/min)
p. Dapat diatur tanpa bertingkat
- Dengan katup pengatur aliran, kecepatan dan gaya dapat diatur tanpa bertingkat mulai dari suatu nilai minimum (ditentukan oleh besarnya silinder) sampai maksimum (tergantung katup pengatur yang digunakan).
- Tekanan udara dengan sederhana dan kalau dibutuhkan dalam keadaan sedang bekerja dapat disesuaikan dengan keadaan.
- Beda perkakas rentang tenaga jepitnya dapat disetel dengan memvariasikan tekanan udara tanpa bertingkat dari 0 sampai 6 bar.
- Tumpuan-tumpuan dapat disetel guna mengatur panjang langkah silinder kerja yang dapat disetel terus-menerus (panjang langkah ini dapat bervariasi sembarang antara kedua kedudukan akhirnya).
- Perkakas-perkakas pneumatik yang berputar dapat diatur jumlah putaran dan momen putarnya tanpa bertingkat.
q. Ringan sekali
Berat alat-alat pneumatik jauh lebih kecil daripada mesin yang digerakkan elektrik dan perkakas-perkakas konstruksi elektrik (hal ini sangat penting pada perkakas tangan atau perkakas tumbuk). Perbandingan berat (dengan daya yang sama) antara :
- motor pneumatik : motor elektrik = 1 : 8 (sampai 10)
- motor pneumatik : motor frekuensi tinggi = 1 : 3 (sampai 4)
r. Kemungkinan penggunaan lagi (ulang)
Komponen-komponen pneumatik dapat digunakan lagi, misalnya kalau komponen-komponen ini tidak dibutuhkan lagi dalam mesin tua.
s. Konstruksi kokoh
Pada umumnya komponen pneumatik ini dikonstruksikan secara kompak dan kokoh, dan oleh karena itu hampir tidak peka terhadap gangguan dan tahan terhadap perlakuan-perlakuan kasar.
t. Fluida kerja murah
Pengangkut energi (udara) adalah gratis dan dapat diperoleh senantiasa dan dimana saja. Yang harus dipilih adalah suatu kompresor yang tepat untuk keperluan tertentu; jika seandainya kompresor yang dipilih tidak memenuhi syarat, maka segala keuntungan pneumatik tidak ada lagi.
1.3 Kerugian / terbatasnya Pneumatik
a. Ketermampatan (udara).
Udara dapat dimampatkan. Oleh sebab itu adalah tidak mungkin untuk mewujudkan kecepatan-kecepatan piston dan pengisian yang perlahan-lahan dan tetap, tergantung dari bebannya.
Pemecahan :
- kesulitan ini seringkali diberikan dengan mengikutsertakan elemen hidrolik dalam hubungan bersangkutan, tertama pada pengerjaan-pengerjaan cermat ( bor, bubut atau frais ) hal ini merupakan suatu alat bantu yang seringkali digunakan.
b. Gangguan Suara (Bising)
Udara yang ditiup ke luar menyebabkan kebisingan (desisan) mengalir ke luar, terutama dalam ruang-ruang kerja sangat mengganggu.
Pemecahan :
- dengan memberi peredam suara (silincer)
c. Kegerbakan (volatile)
Udara bertekanan sangat gerbak (volatile). Terutama dalam jaringan-jaringan udara bertekanan yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran yang banyak, sehingga udara bertekanan mengalir keluar. Oleh karena itu pemakaian udara bertekanan dapat meningkat secara luar biasa dan karenanya harga pokok energi “berguna” sangat tinggi.
Pemecahan :
dapat dilakukan dengan menggunakan perapat-perapat berkualitas tinggi.
d. Kelembaban udara
Kelembaban udara dalam udara bertekanan pada waktu suhu menurun dan tekanan meningkat dipisahkan sebagai tetesan air (air embun).
Pemecahan :
- penggunaan filter-filter untuk pemisahan air embun (dan juga untuk penyaring kotoran-kotoran).
e. Bahaya pembekuan
Pada waktu pemuaian tiba-tiba (dibelakang pemakai udara bertekanan) dan penurunan suhu yang bertalian dengan pemuaian tiba-tiba ini, dapat terjadi pembentukan es.
Pemecahan :
- Batasi pemuaian udara bertekanan dalam perkakas-perkakas pneumatik.
- Biarkan udara memuai sepenuhnya pada saat diadakan peniupan ke luar.
f. Kehilangan energi dalam bentuk kalor.
Energi kompresi adiabatik dibuang dalam bentuk kalor dalam pendingin antara dan akhir. Kalor ini hilang sama sekali dan kerugian ini hampir tidak dapat dikurangi.
g. Pelumasan udara bertekanan
Oleh karena tidak adanya sistem pelumasan untuk bagian-bagian yang bergerak, maka bahan pelumas ini dimasukkan bersamaan dengan udara yang mengalir, untuk itu bahan pelumas harus dikabutkan dalam udara bertekanan.
h. Gaya tekan terbatas
- Dengan udara bertekanan hanya dapat dibangkitkan gaya yang terbatas saja. Untuk gaya yang besar, pada tekanan jaringan normal dibutuhkan diameter piston yang besar.
- Penyerapan energi pada tekanan-tekanan kejutan hidrolik dapat memberi jalan keluar.
i. Ketidakteraturan
Suatu gerakan teratur hampir tidak dapat diwujudkan :
- Pada pembebanan berganti-ganti
- Pada kecepatan-kecepatan kecil (kurang dari 0,25 cm/det) dapat timbul ‘stick-slip effect’.
j. Tidak ada sinkronisasi
Menjalankan dua silinder atau lebih paralel sangat sulit dilakukan.
k. Biaya energi tinggi
Biaya produksi udara bertekanan adalah tinggi. Oleh karena itu untuk produksi dan distribusi dibutuhkan peralatan-peralatan khusus. Setidak-tidaknya biaya ini lebih tinggi dibandingkan dengan penggerak elektrik.
Perbandingan biaya ( tergantung dari cara penggerak ) :
- Elektrik : Pneumatik = 1 : 10 (sampai 12)
- Elektrik : Hidrolik = 1 : 8 (sampai 10)
- Elektrik : Tangan = 1 : 400 (sampai 500)
1.4 Pemecahan Kerugian Pneumatik
Pada umumnya, hal-hal yang merugikan dapat dikurangi atau dikompensasi dengan :
- Peragaman yang cocok dari komponen-komponen maupun alat pneumatik.
- Pemilihan sebaik mungkin sistem pneumatik yang dibutuhkan.
- Kombinasi yang sesuai dengan tujuannya dari berbagai sistem penggerakan dan pengendalian (elektrik, pneumatik dan hidrolik).
Sumber :
Diberdayakan oleh Blogger.







